Mio Milik SHRT(kiri), Mio Wahana (Tengah) & Mio Dari Tomo Speed
Matik yang 2013 masuk menjadi kelas utama drag bike nasional ini, memang diminati. Starternya membludak. Makanya di Pertamina Drag Bike yang
dapat hadiah mobil. Hukum pasar, kian banyak peminat, tambah ketat persaingan. Intip catatan waktu pertama sampai 10 hanya selisih 0.087 detik. Lagi-lagi catatan tercepat dibukukan di sirkuit Sentul yang didukung aspalnya. Ban di sana macam perangko, lengket coy and boy. Eiit... jangan lupa 10 catatan ini yang ada . Jika ada yang lebih cepat lagi, silakan laporkan ke polisi, hehe.
Herannya joki pesialis matik Saiful Cibef yang tahun lalu dikontrak Tomo Speed Shop (TSS) malah bikin catatan tercepat pakai Mio milik tim SHRT, “Kebetulan bos (Tomo) tidak turun di Sentul, saya boleh pakai motor tim lain. Padahal, aspal Sentul mendukung untuk mencetak tercepat,” kekeh Cibef yang hapal karakter Mio SHRT, karena dia dipakai tim ini untuk setting korekan Arief Sigit Wibowo alias Pele dari Pells Racing itu . Richo Bochel, Hanya tercepat 8 tapi dapat mobil bro

Modifikasi dilakukan Pele tidak terlampau ekstrem, sesuai kelasnya. Diameter pistonnya 66 mm dan tetap pakai stroke bawaan Mio yang 57.9 mm. “Diameter payung klep in–out 33/28 mm dengan durasi kem 278o,” bisik Pele yang mempertahankan pegas CVT asli dan bobot roller ganti 7 gr. “Membawa motor ini semudah matik standar deh,” sebut Cibef yang juga geber Mio TSS berada ketiga tercepat. Katanya hampir sama cara bawanya, hanya beda perlakukan di aspal Sentul yang lebih ‘perangko’ tadi.
Bochel, walau hanya tercepat ke-8, dapat mobil broBeda dengan Mio milik tim Wahana Baru yang diolah Muhammad Farid alias Popo. Itu sesuai pernyataan langsung dari jokinya, Cendy Gerry. “Agak susah bawanya, karena rpmnya cepat melengking. Jadi buka gas harus 2 kali agar power maksimumnya pas dengan jarak 201 meter,” tukas Cendy yang mencatatkan peringkat ke-2.
Popo menyumpal boring dengan piston Honda Tiger diameter 64 mm. Itu dikawinkan dengan langkah 61.9 mm. “Yang saya terapkan cuma ilmu hemat. Tambah stroke, hanya manfaatkan pin kruk-as modifikasi, bukan mengubah big end-nya. Sehingga lebih mudah dan murah jika ingin dikembalikan ke standartnya,” ujar Popo. Lha masih berpikir standar, brooo?
Mio yang mengantarkan Richo Bonchel mendapatkan grand prize mobil di serial Pertamina Enduro Drag Bike berada di posisi ke-7 dan 8. “Menurut saya kemampuan motor sudah berimbang, tinggal pandai-pandai joki mengeksekusinya di lintasan,” tutup Bochel yang tahun ini tetap membawa nama tim Anker Sport Harriot Feat Key Speed.
Gasss poolll, jangan lupa direm
Sumber

